BUSINESS REVIEW

Hingga September 2018, Utang BUMN Capai Rp 5.271 Triliun

Utang tersebut meningkat dari 2016 yang jumlahnya Rp 2.263 triliun, dan 2017 yang jumlahnya Rp 4.830 triliun. Artinya dari 2017 ke September 2018, utang BUMN meningkat Rp 441 triliun.

"Utang awalnya Rp 2.263 triliun, menjadi Rp 4.830 triliun. Dan kemudian kuartal III, akhir September 2018 utang BUMN meningkat ke level Rp 5.271 triliun," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Mark-Up Pembelian Pesawat Bikin Garuda Indonesia Tiap Tahun Terus Merugi

Syarif mencontohkan dugaan mark up di Garuda terjadi saat pembelian mesin pesawat dari perusahaan asal Inggris, Rolls-Royce.

"Kenapa Garuda rugi terus? Misalnya harga satu, karena ini, contoh saja. Angkanya pura pura, angka satu pesawat Rolls-Royce itu misalnya 100 ribu, biasanya kan kalo perusahaan yang baik kan tolong kurangi dong saya kan baru beli yang lain," kata Syarif dalam Dialog Kanal KPK dengan tema 'Menjerat Korporasi', di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/11).

Analis Menilai Integrasi Pertagas-PGN Restrukturisasi Internal Biasa

Analis Investa Sarana Mandiri, Hans Kwee saat dihubungi di Jakarta, Kamis, menilai integrasi Pertagas ke PGN masuk dalam kategori restrukturisasi internal sehingga seharusnya dilakukan seefisien mungkin dan tidak melibatkan uang dalam jumlah banyak.

Penegasan tersebut terkait dengan penolakan Serikat Pekerja Pertamina Gas (SPPG) terhadap rencana pembentukan holding BUMN Migas, khususnya pada tahap penggabungan PT Pertagas ke PT PGN Tbk dan dijadwalkan tuntas Agustus tahun ini oleh Kementerian BUMN.

Cari Dana Segar, Waskita Karya dan Jasa Marga akan RDPT di Pasar Modal

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang mengatakan bahwa langkah ini dilakukan demi memperkuat keuangan perseroan. Maka dari itu, pendanaan melalui instrumen RDPT dinilai cocok bagi Jasa Marga dan Waskita Karya yang banyak berinvestasi pada proyek infrastruktur berskala besar.

Bentuk Patungan, Hotel Indonesia Group Bidik Kelola 60 Hotel BUMN

Sejauh ini komposisi pemegang saham mayoritas HIG dipegang oleh HIN, yakni 51 persen, dan sisanya 49 persen dimiliki Patra Jasa.

Direktur Utama Patra Jasa sekaligus salah satu pendiri Hotel Indonesia Group (HIG) Muhamad Haryo Yunianto mengatakan pertumbuhan hotel BUMN di bawah HIG bakal membuat seluruh hotel BUMN memiliki standarisasi operasional dan layanan yang seragam.

BUMN Dominasi Proyek Infrastruktur, 37 Ribu Kontraktor Swasta Gulung Tikar

Wakil Ketua Umum III Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Bambang Rachmadi menyatakan, akibat dominasi BUMN di proyek infrastruktur, sekitar 37 ribu kontraktor swasta bangkrut. Kontraktor-kontraktor tersebut gagal mendapat order atau tidak dibayar oleh pemberi kerjanya.

‎"Dalam proyek infrastruktur, rata-rata BUMN mendapat order Rp 328 triliun per BUMN. Swasta hanya Rp 15 miliar per perusahaan," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Utang BUMN Makin Menggunung, Prospek Proyek di Daerah Tidak Jelas

Peneliti senior di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengatakan pembangunan infrastruktur sebenarnya lebih banyak mengandalkan pembiayaan dari dana internal BUMN yang mendapat penugasan pembangunan.

Menurut dia, infrastruktur yang sedang gencar dibangun oleh negara melalui BUMN kebanyakan berasal dari dana masing-masing perusahaan tersebut. Bukan berasal dari utang yang diambil pemerintah langsung.